LOMBA PIDATO BAHASA JEPANG, PERINGATI 61 TAHUN HUBUNGAN JEPANG-INDONESIA


 

Sumber Foto: Dok.Untag Humas Surabaya

Sabtu, (22/6) Konsulat Jendral Jepang untuk RI kembali bekerjasama dengan program studi Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengadakan Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat Jawa Timur. Japan Foundation, Komunitas East Java Japan Club, Persatuan Alumni dari Jepang (PERSADA) dan Beauty Labo turut mendukung lomba bertajuk Nihongo Benron Taikai ini. Lomba pidato bahasa Jepang ini merupakan rangkaian peringatan 61 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia. Lomba yang bertempat di Gedung Graha Wiyata lt.9 UNTAG Surabaya dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Sastra-Drs. Danu Wahyono, M.Hum. Dalam sambutannya ia mengatakan, “Kami menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya lomba ini. Semoga kerjasama UNTAG Surabaya dan Konjen terus berkesinambungan agar bisa berguna bagi hubungan kedua negara.”

Lomba Pidato Bahasa Jepang ini rutin diadakan setiap tahunnya mengingat para pemenang dari Jawa Timur mempunyai prestasi yang menonjol di tingkat Nasional. Dalam sambutannya, Konjen Jepang-Masaki Tani yang turut tampil sebagai ketua dewan juri menyampaikan terima kasih kepada UNTAG Surabaya. Menurutnya, kegiatan ini bisa mengokohkan hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. “Lomba pidato pada hari ini merupakan fondasi persahabatan Jepang-Indonesia dan bisa menjadi jembatan antar kedua negara,” ucap Masaki menggunakan Bahasa Indonesia dengan fasih. Dia dan pihak Konjen Jepang berharap bisa meningkatkan motivasi belajar Bahasa Jepang para mahasiswa dan masyarakat khususnya di Jawa Timur serta meningkatkan persahabatan kedua negara.

Di samping Konjen Jepang sebagai ketua, jajaran dewan juri diisi oleh Shihongo Watanabe- East Java Japan Club, Kunihiko Tokunaga-Sekolah Jepang Surabaya dan Retno Widyawati-PERSADA Jawa Timur. Sebanyak 12 orang peserta tampil membawakan Pidato Bahasa Jepang dengan beragam tema. Adapun kriteria penilaian dewan juri adalah pelafalan, aksen, penampilan, kefasihan dan tanya jawab. Setelah melalui seleksi yang ketat, di akhir acara juri memutuskan 3 pemenang. Pidato berjudul Ketidakabadian membawa Novie Poerwanti menjadi pemenang utama. Kemudian Adhe Putri Nur Wahyudi Ansyah dengan pidatonya Kejujuran adalah Harta Seumur Hidup terpilih sebagai juara 2 dan Nani Kurniasari menjadi juara 3 dengan Cara Mencari Cahaya. Sebagai juara 1 dan 2, Novie dan Adhe akan kembali bertanding sebagai perwakilan Jawa Timur di Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat Nasional ke-47 di Jakarta pada 20 Juli 2019 mendatang. (um/aep)

 

Komentar